Trump Buka Akses Pensiun untuk 50 Juta Warga AS

ORBITINDONESIA.COM – Dalam pidato kenegaraan, Presiden Trump mengusulkan rencana pensiun baru bagi jutaan orang Amerika tanpa akses program pensiun perusahaan.

Di Amerika, sekitar 50 juta orang tidak memiliki rencana pensiun yang disponsori perusahaan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bipartisan tentang akses yang terbatas terhadap keamanan finansial di masa depan.

Dengan memperluas Secure Act 2.0, pemerintah berencana menawarkan hingga $1.000 dalam dana pencocokan untuk mereka yang berkontribusi $2.000 per tahun. Ini mencerminkan rencana Thrift Savings Plan yang disediakan untuk pegawai federal, dengan fokus pada investasi di sekuritas berbiaya rendah.

Teresa Ghilarducci menyebut ini sebagai langkah besar yang mengakui banyak orang tidak memiliki tabungan pensiun. Rencana ini berusaha menjangkau kelompok sayap kanan dan kiri untuk konsensus bersama.

Namun, ancaman terhadap dana pensiun nasional masih ada, dengan dana jaminan sosial yang diproyeksikan habis pada 2033. Meski demikian, ini langkah awal yang penting menuju keamanan finansial lebih luas.