Polemik Dokumen Epstein: Keterlibatan Trump dan Misteri yang Tersimpan
ORBITINDONESIA.COM – Temuan NPR mengungkap bahwa Departemen Kehakiman telah menahan sejumlah dokumen terkait tuduhan bahwa Presiden Trump melakukan pelecehan seksual terhadap seorang anak di bawah umur.
Departemen Kehakiman AS diduga menahan dan menghapus beberapa dokumen dari database publik terkait tuduhan pelecehan seksual yang juga menyebut nama Presiden Trump. Meskipun ada undang-undang yang mewajibkan publikasi dokumen ini, lebih dari 50 halaman wawancara FBI dan catatan tuduhan terhadap Trump tetap tersembunyi.
Berdasarkan investigasi NPR, dokumen yang seharusnya dipublikasikan menunjukkan bahwa FBI telah melakukan beberapa wawancara dengan seorang wanita yang menuduh Trump melakukan pelecehan seksual ketika ia masih di bawah umur. Namun, hanya sebagian kecil dari dokumen tersebut yang tersedia untuk umum, dan beberapa di antaranya bahkan dihapus secara sementara.
Tindakan Departemen Kehakiman yang menahan informasi ini menimbulkan pertanyaan mengenai transparansi dan kemungkinan adanya perlindungan terhadap tokoh publik. Kritikus berpendapat bahwa langkah ini mungkin dilakukan untuk menghindari dampak reputasi bagi individu berpengaruh seperti Trump.
Kisah ini menyoroti kompleksitas dan sensitivitas dalam menangani kasus pelecehan yang melibatkan tokoh terkenal. Penting bagi publik untuk mendapat akses informasi yang transparan demi keadilan bagi para korban. Akankah keadilan dapat tercapai di tengah kabut kepentingan politik?
(Orbit dari berbagai sumber, 25 Februari 2026)