Meta Platforms: Peluang atau Risiko Investasi di Era AI?
ORBITINDONESIA.COM – Meta Platforms, pemilik Facebook dan Instagram, kini menjadi sorotan investor karena valuasinya yang lebih murah dibandingkan pasar. Namun, apakah ini saat yang tepat untuk membeli sahamnya?
Meta Platforms, bagian dari 'Magnificent Seven', saat ini memiliki rasio harga terhadap pendapatan ke depan terendah di antara raksasa teknologi lainnya. Dengan dominasi di dunia media sosial, Meta menghadapi tantangan dalam membuktikan investasi besar mereka pada kecerdasan buatan (AI) akan membuahkan hasil.
Meta melaporkan pendapatan sebesar $59,9 miliar pada Q4 2025, dengan $58,1 miliar berasal dari iklan. Walau divisi Reality Labs merugi $6 miliar, Meta tetap optimistis dengan peningkatan pendapatan operasi pada 2026 meski anggaran belanja modal untuk AI meningkat signifikan menjadi $115-$135 miliar.
Kekhawatiran pasar muncul setelah CEO Meta, Mark Zuckerberg, gagal merealisasikan metaverse. Kini, investor cemas jika AI akan bernasib sama. Namun, bagi mereka yang percaya pada potensi AI, ini mungkin adalah kesempatan emas untuk investasi jangka panjang.
Meta Platforms menghadapi ujian besar. Apakah AI akan mengubah peruntungan mereka atau justru menambah daftar kegagalan? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun bagi investor, kesabaran adalah kunci.
(Orbit dari berbagai sumber, 24 Februari 2026)