Penipuan Cinta Daring Menggunakan AI: Ancaman Baru di Era Digital

ORBITINDONESIA.COM – Saat ini, para penipu dunia maya semakin canggih dengan memanfaatkan kecerdasan buatan untuk menciptakan identitas online yang lebih realistis, menargetkan hati yang kesepian demi keuntungan finansial.

Sindikat kejahatan siber global kini mengalihkan fokus mereka ke penipuan cinta, di mana korban terjebak oleh janji cinta sebelum akhirnya dimanfaatkan untuk data pribadi atau keuangan mereka. Penipuan ini meningkat pesat selama pandemi Covid-19 dan semakin marak menjelang Hari Valentine.

Menurut FBI, orang Amerika kehilangan lebih dari $16 miliar akibat kejahatan siber, termasuk penipuan cinta, pada tahun 2024. Satu dari tujuh orang dewasa Amerika melaporkan kehilangan uang akibat penipu cinta, yang sering kali menggunakan identitas palsu untuk membangun hubungan dengan korban mereka.

Penggunaan kecerdasan buatan membuat penipuan ini semakin sulit dideteksi. Ini menambah tantangan bagi individu dan lembaga penegak hukum dalam melindungi masyarakat dari ancaman ini. Pendekatan proaktif diperlukan untuk meningkatkan kesadaran dan melindungi calon korban dari jerat penipuan cinta daring.

Seiring dengan berkembangnya teknologi, penipuan cinta daring menjadi ancaman yang semakin nyata. Penting bagi kita untuk tetap waspada dan kritis dalam menjalin hubungan daring. Masyarakat harus didorong untuk lebih berhati-hati agar tidak menjadi korban berikutnya dari sindikat penipuan yang semakin canggih ini.

(Orbit dari berbagai sumber, 16 Februari 2026)