Ketidakpastian Pasar: Dampak Kecerdasan Buatan pada Sektor Industri
ORBITINDONESIA.COM – Ketakutan akan disrupsi teknologi kecerdasan buatan mengguncang pasar saham, menurunkan indeks utama dan memicu kekhawatiran luas tentang masa depan pekerjaan.
Indeks saham utama di Amerika Serikat mengalami penurunan setelah kekhawatiran meningkat mengenai dampak negatif dari pengembangan kecerdasan buatan terhadap model bisnis dan tingkat pengangguran. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 328 poin, dipimpin oleh Cisco Systems yang mengalami penurunan sebesar 12%. S&P 500 dan Nasdaq Composite juga mengalami penurunan yang signifikan.
Teknologi AI, yang sebelumnya mendorong pertumbuhan saham hingga mencapai nilai yang ekstrem, kini menjadi hambatan utama bagi beberapa sektor. Saham di sektor keuangan dan logistik mengalami tekanan, dengan penurunan besar di perusahaan seperti Morgan Stanley dan C.H. Robinson. Kekhawatiran ini meluas ke sektor properti, dengan meningkatnya ketidakpastian terkait permintaan ruang perkantoran akibat potensi peningkatan pengangguran.
Pergeseran ini mencerminkan psikologi pasar yang didorong oleh ketidakpastian. Investor cenderung menjual saham terlebih dahulu sebelum melakukan analisis mendalam. Namun, ada pergeseran modal ke area yang lebih defensif seperti konsumen pokok dan utilitas, dengan saham Walmart dan Coca-Cola mengalami kenaikan.
Di tengah ketidakpastian ini, investor menunggu laporan inflasi penting sebagai indikator ekonomi berikutnya. Dengan dinamika yang terus berubah, penting bagi pelaku pasar untuk bersiap menghadapi potensi perubahan besar di masa depan. Apakah kita siap menghadapi transformasi yang dibawa oleh AI ini?
(Orbit dari berbagai sumber, 13 Februari 2026)