AS Persiapkan Kapal Induk Kedua untuk Tekan Iran, Ancaman atau Diplomasi?

ORBITINDONESIA.COM – Ketegangan di Timur Tengah meningkat saat Pentagon bersiap mengerahkan kapal induk kedua. Langkah ini mengikuti sinyal dari Presiden Trump untuk menekan Iran di tengah upaya diplomatik yang menemui jalan buntu.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Setelah serangkaian insiden di wilayah tersebut, AS mempertimbangkan peningkatan kehadiran militernya. Pengerahan kapal induk menjadi langkah strategis dalam menunjukkan kekuatan militer dan kesiapan untuk skenario terburuk.

Menurut laporan Wall Street Journal, pengerahan kapal induk kedua adalah bagian dari rencana darurat jika diplomasi gagal. Kapal induk USS George H.W. Bush disiapkan untuk berangkat dari Pantai Timur dalam dua minggu ke depan. Ini menambah ketegangan di kawasan yang sudah panas dengan berbagai konflik regional dan internasional.

Kritikus berpendapat bahwa langkah ini dapat memperkeruh situasi. Alih-alih mendorong diplomasi, kehadiran militer yang meningkat dapat memicu reaksi keras dari Iran. Namun, bagi pendukung Trump, ini adalah langkah tegas yang menunjukkan bahwa AS tidak akan mundur dari ancaman apapun.

Langkah Pentagon ini menimbulkan pertanyaan tentang masa depan hubungan AS-Iran. Apakah pendekatan keras ini akan membuahkan hasil atau justru memperburuk situasi? Kita harus menunggu dan melihat bagaimana Iran merespons langkah ini, dan apakah ada ruang bagi solusi diplomatik di tengah ketegangan yang membara.

(Orbit dari berbagai sumber, 13 Februari 2026)