Taiwan Tolak Relokasi 40% Rantai Pasok Semikonduktor ke AS

ORBITINDONESIA.COM – Dalam diplomasi teknologi yang memanas, Taiwan menolak usulan Amerika Serikat untuk mengalihkan 40% rantai pasok semikonduktor ke Negeri Paman Sam.

Permintaan AS datang di tengah persaingan teknologi global dan ketegangan perdagangan dengan China. AS berupaya mengurangi ketergantungan pada Taiwan untuk pasokan semikonduktor vital.

Rantai pasok semikonduktor Taiwan telah dibangun dengan investasi dan keahlian selama puluhan tahun. Memindahkan sebagian besar infrastruktur ini ke AS bukan saja sulit secara logistik, tetapi juga memerlukan perubahan kebijakan dan investasi besar. Menurut data, Taiwan memproduksi lebih dari 60% semikonduktor dunia, menjadikannya pemain kunci dalam industri ini.

Wakil Perdana Menteri Cheng Li-chiun menegaskan pentingnya mempertahankan ekosistem semikonduktor di Taiwan. Ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga kebanggaan nasional dan keamanan teknologi. Memindahkan rantai pasok bisa merugikan posisi Taiwan di mata dunia.

Pernyataan Taiwan menegaskan pentingnya kemandirian dan pengaruh dalam industri teknologi. Tantangan ini membuka pertanyaan lebih lanjut: bagaimana Taiwan dan AS dapat bekerja sama tanpa mengorbankan kepentingan masing-masing? (Orbit dari berbagai sumber, 13 Februari 2026)