Fenomena Anti-Pensiun di Korea: Lanskap Ketenagakerjaan Baru
ORBITINDONESIA.COM – Tren 'anti-pensiun' di Korea Selatan kini menjelma menjadi fenomena yang mengguncang lanskap ketenagakerjaan negara tersebut. Data terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 70 persen penduduk usia 55–64 tahun kini aktif bekerja, menandai perubahan sosial dan ekonomi yang signifikan.
Di tengah masyarakat yang semakin menua, Korea Selatan menghadapi tantangan demografi serius. Tingkat kelahiran rendah dan populasi lansia yang meningkat memaksa pasar kerja mengandalkan tenaga kerja senior. Hal ini membawa perubahan besar dalam kebijakan ketenagakerjaan dan pola hidup masyarakat.
Berdasarkan laporan Kementerian Ketenagakerjaan dan Perburuhan, tingkat pekerjaan lansia mencapai 70,5 persen pada 2025. Tren ini menunjukkan peningkatan konsisten sejak 2007, mengukuhkan bahwa bekerja di usia lanjut kini menjadi norma baru. Selain itu, tingkat pengangguran lansia juga mencatat rekor terendah, memperkuat posisi mereka di pasar kerja.
Fenomena ini tidak hanya tentang ekonomi, tetapi juga tentang menjaga kesehatan mental dan sosial lansia. Dengan biaya hidup tinggi, terutama di kota besar seperti Seoul, banyak lansia memilih tetap bekerja untuk mempertahankan kualitas hidup. Selain itu, perusahaan mulai mengapresiasi pengalaman dan etos kerja pekerja senior.
Fenomena 'anti-pensiun' di Korea Selatan mengajak kita untuk merefleksikan ulang pandangan lama tentang usia pensiun. Di masa depan, usia bisa jadi bukan lagi penghalang untuk tetap produktif dan relevan. Mungkin sudah saatnya kita menilai ulang nilai pengalaman dan ketahanan mental dalam dunia kerja global.
(Orbit dari berbagai sumber, 9 Februari 2026)