Kacamata Ampas Kopi: Cara Baru Melihat Dunia
Setiap hari, jutaan cangkir kopi diseduh dengan penuh kenikmatan. Namun, setelah aroma hangatnya memudar, ampas kopi kerap berakhir sebagai sisa yang tak diperhitungkan. Dari titik inilah sebuah gagasan berangkat mengubah sesuatu yang dibuang menjadi benda yang justru membantu manusia melihat dunia dengan lebih jernih: kacamata dari ampas kopi.
Gagasan itu diwujudkan oleh Recgla, sebuah brand lokal asal Denpasar, Bali, yang melihat limbah bukan sebagai akhir, melainkan sebagai awal dari nilai baru. Berangkat dari realitas banyaknya ampas kopi yang dihasilkan kedai-kedai kopi di Bali, Recgla mengolah sisa tersebut menjadi material alternatif yang ramah lingkungan dan fungsional.
Ampas kopi yang telah dikumpulkan diproses melalui tahap pengeringan, pencampuran, dan pemadatan hingga menjadi bahan menyerupai bioplastik. Dari sanalah bingkai kacamata dibentuk kokoh, ringan, dan memiliki karakter visual yang khas. Tekstur alaminya menghadirkan kesan hangat dan berbeda dari kacamata berbahan plastik konvensional. Bahkan, aroma samar kopi yang tersisa menjadi identitas unik yang tak dimiliki produk lain.
Dari sisi desain, kacamata ini dirancang untuk kebutuhan masyarakat urban. Modelnya modern dan minimalis, cocok digunakan untuk bekerja, membaca, hingga aktivitas sehari-hari. Warna-warna yang ditawarkan cenderung natural cokelat kopi, hitam, dan abu-abu memberi kesan profesional tanpa kehilangan sentuhan estetika alami. Ini menjadikannya relevan bagi konsumen yang ingin tampil rapi sekaligus peduli lingkungan.
Fungsionalitas tetap menjadi prioritas. Bingkai kacamata dari ampas kopi terasa ringan saat digunakan dalam waktu lama dan dapat dipadukan dengan berbagai jenis lensa, mulai dari lensa koreksi penglihatan hingga lensa pelindung sinar biru untuk pengguna gawai. Dengan demikian, inovasi ini tidak berhenti pada ide, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan nyata.
Lebih dari sekadar aksesori, kacamata dari ampas kopi merepresentasikan pilihan gaya hidup. Ia adalah bentuk dukungan terhadap ekonomi sirkular, pengurangan limbah, dan produk lokal yang berangkat dari persoalan sehari-hari. Di tengah pasar yang dipenuhi produk massal, kacamata ini hadir membawa cerita, tentang kepedulian, kreativitas, dan keberanian melihat peluang dari sisa.
Bagi masyarakat yang tertarik memiliki produk ini, kacamata dari ampas kopi sudah dapat dibeli melalui situs resmi brand pembuatnya, akun media sosial resmi, serta beberapa platform marketplace nasional. Sebagian produsen juga menyediakan pemesanan langsung dengan pilihan lensa sesuai kebutuhan. Dengan memilih produk ini, konsumen tidak hanya membeli kacamata, tetapi juga turut berkontribusi pada cara pandang baru terhadap keberlanjutan.