Bentrok Mencekam di Balochistan: Antara Militan dan Pasukan Keamanan
ORBITINDONESIA.COM – Ketegangan di Pakistan semakin meningkat seiring bentrokan berdarah antara pasukan keamanan dan kelompok militan di Balochistan yang menewaskan puluhan orang.
Balochistan, provinsi terbesar dan termiskin di Pakistan, kembali menjadi pusat pemberontakan separatis. Kelompok militan etnis Baloch, seperti Tentara Pembebasan Baloch (BLA), terus menantang otoritas pemerintah. Bentrokan baru-baru ini menewaskan 67 militan, menggambarkan eskalasi kekerasan yang mengkhawatirkan.
Serangan terorganisir ini menunjukkan koordinasi yang matang dari pihak militan, yang dilaksanakan serentak di beberapa area perkotaan termasuk Quetta dan Gwadar. Selain itu, serangan ini menargetkan pekerja migran, menandakan pola serangan yang lebih brutal. Data menunjukkan bahwa operasi militer sebelumnya yang membunuh 41 militan tak cukup meredam aksi balasan BLA.
Pemerintah Pakistan menuduh adanya campur tangan asing dalam konflik ini, meskipun India membantah tuduhan tersebut. Situasi ini memperkuat narasi bahwa konflik di Balochistan bukan sekadar isu domestik, tetapi juga memiliki dimensi geopolitik. Penanganan konflik yang lebih strategis dan diplomatis diperlukan untuk menghindari eskalasi lebih lanjut.
Kekerasan di Balochistan menimbulkan pertanyaan tentang masa depan stabilitas regional dan peran aktor internasional dalam konflik ini. Dapatkah Pakistan menemukan solusi damai, atau akankah kekerasan terus berlanjut? Hanya waktu yang akan menjawab, namun upaya damai dan dialog harus menjadi prioritas.
(Orbit dari berbagai sumber, 4 Februari 2026)