Trump dan Putin: Gencatan Senjata Sementara di Kyiv, Upaya Damai atau Ilusi?

ORBITINDONESIA.COM – Setelah diskusi antara Donald Trump dan Vladimir Putin, Rusia setuju untuk menghentikan serangan ke Kyiv selama seminggu, memberikan secercah harapan di tengah musim dingin ekstrem.

Ukraina mengalami malam yang relatif tenang setelah keputusan Kremlin untuk menghentikan serangan ke Kyiv. Hal ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa Putin setuju untuk tidak menyerang selama periode dingin ini. Keputusan ini diambil menyusul serangan Rusia yang semakin intensif terhadap infrastruktur energi Ukraina.

Penghentian serangan ini, jika benar-benar terjadi, bisa menandakan langkah penting dalam upaya AS untuk mengakhiri perang. Namun, meskipun ada kesepakatan ini, serangan di Ukraina masih berlanjut, menunjukkan kompleksitas situasi. Perundingan damai sebelumnya belum mencapai kesepakatan konkret, dan serangan terus mengganggu pasokan listrik di kota-kota besar Ukraina.

Banyak penduduk Kyiv skeptis terhadap kesepakatan ini, mengingat rekam jejak Rusia dalam melanggar perjanjian. Olena, salah satu warga, meragukan bahwa Putin akan mematuhi gencatan senjata tersebut. Sementara itu, Hennadiy berharap akan ada jeda, meskipun tetap waspada terhadap kemungkinan serangan lanjutan.

Kesepakatan ini, meskipun memberikan sedikit harapan, masih menyisakan pertanyaan besar mengenai keberlanjutan perdamaian di Ukraina. Apakah ini langkah awal yang tulus menuju resolusi konflik, atau hanya taktik sementara di tengah tekanan internasional? Waktu akan menjawabnya.

(Orbit dari berbagai sumber, 3 Februari 2026)