Kritik Terhadap Gatot Nurmantyo: Menakar Pembangkangan dalam Diskursus Nasional
ORBITINDONESIA.COM – Pernyataan kontroversial Gatot Nurmantyo memicu diskusi panas tentang loyalitas dan pembangkangan dalam institusi negara.
Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo mengkritik pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di DPR RI. Kritik ini menyoroti pemahaman berbeda tentang 'titik darah penghabisan'. Aktivis Sandri Rumanama menilai kritik Gatot sebagai propaganda pembangkangan.
Sandri, sebagai aktivis dan pendiri Kontra Narasi, menyebut Gatot seakan membenturkan institusi negara. Ini berpotensi mengganggu stabilitas hubungan antarlembaga. Haidar Alwi Institut menilai tindakan Gatot tidak sesuai norma loyalitas negara.
Kritik Gatot dapat dilihat sebagai bagian dari dinamika politik militer di Indonesia. Pandangan Sandri menunjukkan adanya penafsiran berbeda terhadap loyalitas dan kebangkangan. Ini menjadi refleksi penting dalam menilai peran purnawirawan dalam politik.
Diskursus ini mengundang kita merenungkan peran individu dalam menjaga harmoni institusi negara. Apakah kritik Gatot bagian dari kebebasan berpendapat, atau ancaman bagi stabilitas negara? Pertanyaan ini tetap menjadi bahan pemikiran kita bersama.
(Orbit dari berbagai sumber, 3 Februari 2026)