Banjir Bekasi: Ancaman Abadi Ibu Kota Penyangga

ORBITINDONESIA.COM – Genangan air setinggi 1,5 meter di Bekasi Utara pagi ini mengingatkan kita betapa rawannya wilayah ini terhadap bencana banjir.

Banjir di Bekasi bukanlah fenomena baru. Setiap musim hujan, kota penyangga Jakarta ini kerap kali terendam air. Faktor penyebabnya beragam, mulai dari curah hujan tinggi hingga sistem drainase yang buruk. Lokasi Bekasi yang rendah juga membuatnya rentan terhadap luapan air dari sungai-sungai sekitarnya.

Data dari BPBD Kota Bekasi mengungkapkan ketinggian air bervariasi dari 10 cm hingga 150 cm di berbagai titik. Di Kampung Lebak, Teluk Pucung, ketinggian mencapai 150 cm. Hal ini menunjukkan bahwa infrastruktur yang ada belum mampu menangani volume air yang meningkat. Perubahan iklim dan urbanisasi yang pesat memperburuk situasi, memaksa pihak berwenang untuk segera mencari solusi jangka panjang.

Penanganan banjir di Bekasi harus menjadi prioritas. Kebijakan strategis diperlukan untuk membangun infrastruktur yang lebih tahan terhadap perubahan iklim. Keterlibatan masyarakat juga penting dalam menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan. Pemerintah daerah dan pusat harus bersinergi untuk mengatasi masalah ini secara komprehensif.

Bekasi menghadapi tantangan besar dalam mengatasi banjir tahunan. Pertanyaannya adalah, apakah kita akan terus membiarkan bencana ini menjadi rutinitas? Atau, akankah kita mengambil langkah tegas untuk menciptakan perubahan berarti bagi masa depan masyarakat Bekasi? (Orbit dari berbagai sumber, 1 Februari 2026)