Kapal Feri Tenggelam di Filipina: Tragedi dan Tantangan Penyelamatan

ORBITINDONESIA.COM – Kapal feri M/V Trisha Kerstin 3 tenggelam di perairan Filipina, menewaskan delapan orang dan memicu operasi penyelamatan besar-besaran. Ratusan penumpang berhasil dievakuasi, tetapi insiden ini menggarisbawahi risiko perjalanan laut di wilayah tersebut.

Tragedi ini bukanlah kasus pertama di Filipina, negara kepulauan dengan sejarah panjang kecelakaan feri. Infrastruktur yang kurang memadai dan pengawasan keselamatan yang lemah sering disebut sebagai biang keladi. Dalam beberapa dekade terakhir, berbagai insiden serupa telah merenggut banyak nyawa.

Kecelakaan ini memicu pertanyaan mengenai standar keselamatan maritim di Filipina. Data dari International Maritime Organization menunjukkan bahwa sebagian besar kapal di Filipina berusia lebih dari 20 tahun, menambah risiko. Selain itu, cuaca buruk dan kepadatan penumpang sering kali memperparah situasi.

Banyak pihak menilai bahwa pemerintah Filipina perlu memperketat regulasi keselamatan maritim. Namun, tantangan ekonomi dan logistik sering kali menghambat upaya perbaikan. Dalam konteks ini, peran masyarakat internasional bisa menjadi katalisator perubahan.

Tragedi M/V Trisha Kerstin 3 adalah pengingat menyakitkan akan perlunya reformasi mendalam dalam keselamatan maritim. Apakah pemerintah dan masyarakat internasional akan merespons dengan tindakan nyata, ataukah ini akan menjadi satu lagi catatan kelam dalam sejarah? Waktu yang akan menjawabnya.

(Orbit dari berbagai sumber, 29 Januari 2026)