Strategi Bisnis Trump vs. Wall Street: Krisis atau Peluang?

ORBITINDONESIA.COM – Ketika Jamie Dimon menyebut usulan Trump sebagai 'bencana ekonomi', pertarungan antara politik dan profitabilitas memanas di Wall Street.

CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, menentang keras proposal Donald Trump untuk memangkas suku bunga kartu kredit. Usulan ini dituding dapat mengancam mesin profit utama bank dan dianggap sebagai ancaman bagi stabilitas ekonomi.

Wall Street, yang biasanya berhati-hati dalam merespons kebijakan Trump, kali ini bersuara lantang. Dengan suku bunga kartu kredit rata-rata mencapai 20%, usulan pemotongan menjadi sekitar 10% menimbulkan kekhawatiran terhadap pembatasan kredit. CEO Citigroup dan Bank of America turut menyuarakan keprihatinan mereka, menyoroti potensi dampak negatif pada aksesibilitas kredit konsumen.

Langkah Trump, meski bertujuan meredakan krisis biaya hidup, dianggap terlalu berisiko bagi iklim bisnis. Kepemimpinan perusahaan besar cenderung menghindari konfrontasi langsung dengan kebijakan Trump, namun kali ini mereka merasa perlu untuk berbicara demi melindungi kepentingan ekonomi yang lebih luas.

Apakah ini pertanda perubahan di mana dunia bisnis mulai berani menentang kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan? Ataukah ini hanya sekedar episode lain dalam dinamika kompleks antara politik dan ekonomi? Hanya waktu yang akan menjawab.

(Orbit dari berbagai sumber, 26 Januari 2026)