Penemuan Genetik Terbaru: Peran Tak Terduga Vitamin B1 pada Kebiasaan Buang Air Besar

ORBITINDONESIA.COM – Penelitian baru mengungkapkan bahwa vitamin B1, atau thiamine, mungkin memegang kunci dalam memahami kebiasaan buang air besar kita. Temuan ini menyoroti jalur biologis tak terduga yang dapat mempengaruhi frekuensi buang air besar seseorang.

Kebiasaan buang air besar sering kali diabaikan dalam percakapan sehari-hari, meski sebenarnya mencerminkan seberapa cepat usus memproses makanan. Gangguan pada proses ini dapat mengakibatkan sembelit, diare, atau sindrom iritasi usus (IBS). Meski demikian, mekanisme biologis yang mengendalikan gerakan usus belum sepenuhnya dipahami.

Studi yang diterbitkan di jurnal Gut mengeksplorasi hubungan antara variasi DNA dan frekuensi buang air besar. Penelitian tersebut melibatkan 268.606 orang keturunan Eropa dan Asia Timur, mengidentifikasi 21 wilayah genom manusia yang mempengaruhi frekuensi gerakan usus, termasuk 10 yang belum pernah dilaporkan sebelumnya. Temuan ini menyoroti peran regulasi asam empedu dan sinyal saraf dalam kontraksi otot usus.

Yang menarik, penelitian ini mengidentifikasi peran vitamin B1 dalam kebiasaan buang air besar melalui gen SLC35F3 dan XPR1. Perbedaan bawaan dalam penanganan thiamine dapat memengaruhi hubungan antara asupan vitamin B1 dan kebiasaan buang air besar. Ini membuka peluang penelitian lebih lanjut tentang bagaimana vitamin ini berinteraksi dengan genetika untuk mempengaruhi kesehatan saluran pencernaan.

Temuan ini membawa kita lebih dekat pada pemahaman yang lebih baik tentang masalah motilitas usus seperti IBS dan sembelit. Penelitian lebih lanjut dapat menjelaskan bagaimana vitamin B1 dapat digunakan dalam terapi potensial untuk gangguan motilitas usus. Masa depan penelitian ini bisa membuka jalan bagi pendekatan baru dalam mengelola kesehatan usus.

(Orbit dari berbagai sumber, 24 Januari 2026)