Kritik Trump terhadap Tatanan Global di Davos: Amerika Serikat dan Kebijakan Ekonomi

ORBITINDONESIA.COM – Dalam pidato yang penuh emosi di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Presiden Trump menegaskan akhir dari kepemimpinan Amerika dalam tatanan demokrasi liberal yang dibangun pasca Perang Dunia II.

Trump menyampaikan bahwa Amerika Serikat tidak lagi akan menawarkan pasar dan perlindungan militernya kepada sekutu Eropa yang ia sebut sebagai penumpang gratis. Hal ini menandai perubahan drastis dari kebijakan luar negeri Amerika yang telah lama mendukung globalisasi.

Pidato Trump di Davos kontras dengan pidato Presiden China, Xi Jinping, yang mendukung globalisasi ekonomi beberapa tahun sebelumnya. China berusaha mengambil peran sebagai kekuatan bertanggung jawab di panggung internasional, meskipun skeptisisme global masih kuat mengenai niatnya.

China dan Eropa memiliki potensi menjadi sekutu alami dalam era di mana Amerika Serikat lebih memilih pendekatan nasionalis. Namun, perbedaan pendapat mengenai isu seperti Ukraina dan kebijakan perdagangan tetap menjadi penghalang bagi kemitraan yang lebih erat.

Pidato Trump di Davos menegaskan pergeseran besar dalam kebijakan Amerika terhadap tatanan global. Ini menimbulkan pertanyaan tentang masa depan hubungan internasional dan apakah negara-negara lain siap untuk lebih mendekat ke China di tengah perubahan ini.