Pemotongan Dana: Trump dan Universitas AS dalam Konflik

ORBITINDONESIA.COM – Donald Trump telah memusatkan serangannya pada universitas-universitas terkemuka di AS, mengguncang dunia pendidikan tinggi dengan investigasi dan ancaman pemotongan dana federal.

Sejak kembali berkuasa, Trump mengarahkan pemerintahannya untuk menyelidiki lebih dari 75 universitas, menuduh mereka terlibat dalam antisemitisme dan penipuan bantuan siswa. Langkah ini memaksa universitas untuk memilih antara kebebasan akademis dan biaya perlawanan.

Kampanye Trump telah menciptakan ketegangan di kampus-kampus, di mana para peneliti dan dosen merasa terancam oleh potensi sanksi federal. Beberapa universitas telah menyetujui investigasi hak sipil, menerima agenda politik Trump, dan membayar denda besar.

Banyak yang melihat langkah Trump sebagai upaya untuk membungkam perbedaan pendapat dan mengubah budaya akademis yang dianggapnya terlalu 'woke'. Namun, tindakan ini juga menimbulkan kritik bahwa pemerintah telah melampaui batas, menyerang kebebasan akademik.

Perdebatan mengenai kebebasan akademik dan intervensi pemerintah terus berlanjut. Pertanyaannya adalah, bagaimana universitas dapat mempertahankan integritas dan kebebasan mereka dalam menghadapi tekanan politik yang semakin intens?

(Orbit dari berbagai sumber, 23 Januari 2026)