Peningkatan Inflasi Inggris: Tantangan Ekonomi di Awal Tahun
ORBITINDONESIA.COM – Inflasi Inggris meningkat menjadi 3,4% pada Desember, lebih tinggi dari perkiraan 3,3% oleh para ekonom. Ini menimbulkan pertanyaan tentang kebijakan moneter yang akan diambil Bank of England.
Setelah mereda menjadi 3,2% pada November, inflasi di Inggris kembali naik. Peningkatan ini sebagian besar didorong oleh kenaikan harga tembakau dan tiket pesawat, serta biaya makanan. Kondisi ini terjadi di tengah ekspektasi Bank of England untuk menurunkan suku bunga.
Kenaikan inflasi disebabkan oleh beberapa faktor. Kenaikan harga tembakau akibat peningkatan cukai, serta tarif penerbangan yang lebih tinggi selama libur Natal, menjadi penyebab utama. Namun, penurunan inflasi sewa dan harga barang rekreasi sedikit menyeimbangkan kondisi ini.
Meski inflasi meningkat, Bank of England mungkin tidak terlalu khawatir dalam jangka pendek. Penurunan pertumbuhan upah memberikan tekanan bagi mereka untuk lebih berhati-hati dalam memutuskan kebijakan suku bunga. Beberapa ahli berpendapat bahwa kebijakan moneter mungkin harus menunggu hingga data ekonomi lebih stabil.
Peningkatan inflasi ini menjadi tantangan bagi ekonomi Inggris di awal tahun. Dengan keadaan pasar tenaga kerja yang melemah, apakah Bank of England akan menyesuaikan kebijakan suku bunga lebih cepat dari yang diharapkan? Hanya waktu yang bisa menjawab.
(Orbit dari berbagai sumber, 23 Januari 2026)