Ekonomi Global Tumbuh Cepat: Dampak Investasi AI dan Pergeseran Geopolitik

ORBITINDONESIA.COM – Ekonomi dunia diproyeksikan tumbuh lebih cepat tahun ini, didorong oleh peningkatan investasi dalam kecerdasan buatan meskipun ada tantangan proteksionisme yang meningkat.

Organisasi Internasional Moneter (I.M.F.) baru-baru ini mengumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi global akan tetap pada 3,3 persen untuk tahun ketiga berturut-turut. Perkiraan ini lebih tinggi 0,2 persen dari prediksi sebelumnya. Di tengah ketidakpastian yang meningkat tentang ekonomi AS dan ketegangan geopolitik, proyeksi ini menawarkan pandangan optimis tentang daya tahan ekonomi global.

Investasi dalam teknologi, terutama kecerdasan buatan, menjadi pendorong utama pertumbuhan. Di Amerika Serikat, investasi teknologi mencapai tingkat tertinggi sejak 2001. Di China, kebijakan tarif yang lebih rendah dan stimulus fiskal berkontribusi pada pertumbuhan. Namun, ketidakpastian kebijakan perdagangan dan potensi konflik global tetap menjadi ancaman bagi prospek ini.

Meski proyeksi pertumbuhan menunjukkan optimisme, ancaman terhadap independensi bank sentral, terutama di AS, bisa mengubah dinamika ini. Dengan Presiden Trump yang mengancam kebijakan Federal Reserve, stabilitas ekonomi makro bisa terancam. Penting untuk menjaga integritas lembaga keuangan agar pertumbuhan berkelanjutan dapat dicapai.

Keberlanjutan pertumbuhan ekonomi global sangat bergantung pada kebijakan yang mendukung inovasi dan stabilitas keuangan. Dengan ancaman geopolitik dan ketidakpastian kebijakan yang masih membayangi, pertanyaan kunci tetap: apakah ekonomi dunia siap menghadapi tantangan masa depan dengan solid?

(Orbit dari berbagai sumber, 21 Januari 2026)