Berkaca pada Ketekunan Sejak Dini: Anak-Anak Bangsa di Panggung Dunia 2025

Prestasi kerap diasosiasikan dengan usia dan pengalaman. Namun tahun 2025 mematahkan anggapan itu. Sejumlah anak Indonesia justru mencuri perhatian dunia melalui pencapaian yang menembus panggung internasional. Usia mereka masih sangat muda, tetapi keberanian untuk melangkah jauh dan bekerja keras telah tumbuh sejak dini. Dengan kesungguhan yang jarang disorot, kehadiran mereka perlahan mematahkan stigma generasi alpha yang kerap dilekatkan sebagai generasi yang suka rebahan.

Gambaran itu terasa nyata di sebuah arena es di Filipina. Gazbiyya Zada, bocah enam tahun asal Indonesia, meluncur dengan sepatu seluncurnya di atas permukaan licin yang menuntut keseimbangan dan fokus tinggi. Gerakannya mungkin belum sempurna, namun ketekunannya tak terbantahkan. Ia jatuh, bangkit, lalu mengulang latihan yang sama berkali-kali. Ketika akhirnya dinobatkan sebagai juara Philippine National Figure Skating Championships 2025, kemenangan itu tak sekadar soal peringkat, melainkan tentang keberanian seorang anak kecil menghadapi dingin, rasa lelah, dan ketakutan akan kegagalan.

Sementara itu, dari sudut lain Indonesia, di Trenggalek, Deliang Al Farabi menemukan dunianya lewat kata-kata. Di usia yang masih belia, ia menulis dengan kesungguhan yang jarang ditemukan bahkan pada orang dewasa. Satu buku lahir, lalu puluhan menyusul. Hingga namanya dikenal sebagai penulis cilik dengan produktivitas luar biasa, empat puluh buku telah ia tulis. Bagi Deliang, menulis bukan sekadar prestasi, melainkan cara memahami dunia dan dirinya sendiri.

Dunia hiburan global pun memberi ruang bagi talenta muda Indonesia. Malea Emma, di usia 13 tahun, berdiri tegak di sebuah arena NBA. Suaranya mengalun membawakan lagu kebangsaan Amerika Serikat dengan penuh percaya diri. Di balik momen singkat itu, ada latihan vokal bertahun-tahun dan keberanian untuk tampil di hadapan ribuan pasang mata. Malea membuktikan bahwa identitas Indonesia bisa hadir dengan elegan di panggung internasional.

Prestasi lain datang dari ruang-ruang yang sunyi dan penuh angka. Ragnar Azhar, siswa sekolah dasar, berhasil meraih medali emas di olimpiade matematika tingkat dunia. Di usianya yang masih sangat muda, ia sudah akrab dengan soal-soal rumit yang menuntut kesabaran dan ketelitian tinggi. Hal serupa dilakukan Samuel Anderson, bocah tujuh tahun yang menorehkan prestasi di olimpiade matematika internasional 2025. Mereka mengajarkan satu hal penting: kecerdasan bukan hanya soal bakat, tetapi ketekunan yang dipelihara setiap hari.

Dari panggung seni, Miyu, dancer cilik Indonesia, mengekspresikan dirinya lewat gerak. Kemenangannya di Freestyle Session 2025 kategori Kids Open Styles lahir dari latihan panjang dan keberanian untuk tampil apa adanya. Sementara itu, Miracle Dancers Family asal Lombok menghadirkan kekuatan kebersamaan di kompetisi Super 24 Asia 2025 di Singapura. Mereka bukan sekadar menari, tetapi membawa cerita tentang keluarga, disiplin, dan budaya yang hidup di tubuh generasi muda.

Anak-anak ini tumbuh di lingkungan yang berbeda, dengan tantangan yang tak sama. Ada yang berlatih di arena internasional, ada pula yang memulai dari ruang sederhana di rumah. Namun satu hal menyatukan mereka: keseriusan dalam menjalani mimpi. Tidak ada jalan pintas. Tidak ada hasil instan. Yang ada hanyalah proses panjang yang dijalani dengan kesabaran, oleh anak-anak itu sendiri, dan oleh keluarga yang setia mendampingi.

Di tengah kekhawatiran tentang masa depan generasi muda, kisah-kisah ini memberi perspektif lain. Bahwa masa depan tidak sedang menunggu untuk dibentuk, melainkan sedang tumbuh hari ini, di tangan anak-anak yang memilih berlatih ketika yang lain bermain, menulis ketika yang lain berhenti, dan mencoba lagi ketika kegagalan datang lebih dulu.

Tahun 2025 mencatat mereka sebagai juara. Namun yang lebih penting, anak-anak ini sedang belajar tentang nilai yang jauh lebih besar: ketekunan, keberanian, dan kepercayaan pada diri sendiri. Dan dari langkah-langkah kecil merekalah, harapan Indonesia terus bergerak ke depan.