Banjir Jakarta 2026: Dampak Mendalam dan Solusi Jangka Panjang
ORBITINDONESIA.COM – Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak semalam telah menyebabkan banjir di 45 rukun tetangga dan 21 ruas jalan. Situasi ini mengingatkan kita akan kerentanan ibukota terhadap bencana alam.
Banjir di Jakarta bukanlah fenomena baru. Setiap tahun, curah hujan tinggi dan sistem drainase yang kurang optimal menyebabkan genangan air yang meluas. Pada 18 Januari 2026, BPBD DKI Jakarta mencatat banjir berdampak pada banyak wilayah, dengan ketinggian air mencapai hingga 1 meter.
Data menunjukkan bahwa wilayah Jakarta Barat paling terdampak dengan 19 RT tergenang. Sementara itu, upaya evakuasi dilakukan di beberapa daerah seperti Kelurahan Tegal Alur dan Rawa Terate. Meski beberapa lokasi sudah mulai surut, 21 ruas jalan masih terendam banjir, mengganggu mobilitas warga.
Banjir yang berulang menuntut perhatian serius dari pemerintah. Solusi jangka panjang seperti perbaikan infrastruktur drainase dan pengendalian tata ruang kota sangat dibutuhkan. Tanpa langkah konkret, Jakarta akan terus terjebak dalam siklus bencana yang sama setiap tahunnya.
Saat air mulai surut, kembali muncul pertanyaan: akankah kita membiarkan banjir menjadi bagian dari kehidupan Jakarta tanpa perubahan berarti? Ini adalah panggilan untuk bertindak, sebelum bencana berikutnya datang mengancam lagi.
(Orbit dari berbagai sumber, 20 Januari 2026)