Krisis Ekonomi Petani Georgia di Tengah Kebijakan Trump

ORBITINDONESIA.COM – Franz Rowland, petani kapas dan kacang dari Boston, Georgia, mengungkapkan kekecewaannya terhadap janji ekonomi Presiden Trump yang belum terwujud di tanah pertaniannya.

Franz Rowland, petani yang berharap pada janji Trump tentang ekonomi kuat dan kesepakatan dagang yang lebih baik, kini menghadapi salah satu tahun terburuk dalam pertaniannya. Meskipun tidak sepenuhnya menyalahkan kebijakan presiden, Rowland merasa pemerintah tidak mempermudah hidup para petani. Seiring dengan itu, banyak warga Amerika Serikat, termasuk di Georgia, merasa ekonomi tidak membaik di bawah kepemimpinan Trump.

Dalam survei terbaru CNN, 58% orang Amerika menilai tahun pertama masa jabatan kedua Trump sebagai kegagalan, dengan 55% menyatakan kebijakan Trump memperburuk kondisi ekonomi. Di Georgia, pemilik toko mainan Florence Allen dan petani seperti Rowland merasakan dampak langsung dari kebijakan tarif dan biaya energi yang meningkat. Ketidakpuasan ini terlihat dalam hasil pemilu lokal, di mana dua anggota komisi pelayanan publik dari Partai Republik kalah dalam pemilu, digantikan oleh Demokrat.

Meskipun banyak yang mengkritik, ada pendukung Trump yang tetap setia, seperti Janice Westmoreland dan Elinor Carrick, yang merasa Trump bekerja keras dan memiliki rencana yang jelas. Mereka merasa lebih aman dengan Trump di Gedung Putih dan menilai kebijakan ekonominya berhasil untuk mereka secara pribadi. Namun, kritik terhadap pemotongan besar dalam pemerintahan, termasuk di CDC, menimbulkan pertanyaan tentang prioritas Trump.

Dalam menghadapi tantangan ekonomi ini, petani seperti Rowland berharap akan ada perubahan positif dalam kebijakan perdagangan yang dapat mendukung pertanian mereka, bukan sekadar bantuan finansial sementara. Pertanyaan besar bagi banyak orang adalah apakah janji-janji Trump akan terwujud dan apakah ekonomi akan benar-benar bangkit. Ke depan, akankah kebijakan yang ada dapat mengatasi kesenjangan antara janji dan realitas? (Orbit dari berbagai sumber, 19 Januari 2026)