Rehabilitasi Sawah Aceh Utara: Padat Karya, Harapan Baru Pasca Banjir

ORBITINDONESIA.COM – Rehabilitasi sawah pasca banjir di Aceh Utara menawarkan secercah harapan bagi petani yang terdampak, melalui sistem padat karya yang menjanjikan upah hingga Rp 100.000 per hari.

Bencana banjir yang melanda Aceh Utara telah meninggalkan kerusakan parah pada lahan pertanian. Dengan banyaknya sawah yang rusak, para petani menghadapi tantangan besar untuk memulai kembali aktivitas pertanian mereka. Bantuan pemerintah pusat menjadi angin segar bagi pemulihan ekonomi lokal.

Sistem padat karya yang diterapkan menjamin keterlibatan langsung petani dalam proses rehabilitasi sawah mereka. Hal ini tidak hanya memberikan pekerjaan sementara, tetapi juga memulihkan kemandirian petani. Dukungan material seperti pupuk, benih, dan alat pertanian dari Kementerian Pertanian berperan penting dalam percepatan pemulihan.

Penerapan sistem padat karya menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberdayakan masyarakat lokal. Namun, efektivitas jangka panjang dari program ini tergantung pada keberlanjutan dukungan dan pengawasan dari pihak terkait. Peran serta aktif dari petani menjadi kunci dalam memastikan keberhasilan pemulihan ini.

Pemulihan lahan pertanian di Aceh Utara adalah perjalanan panjang yang memerlukan sinergi antara pemerintah, petani, dan masyarakat luas. Meski tantangan masih ada, langkah ini membuka peluang bagi kebangkitan sektor pertanian lokal. Apakah sistem ini bisa menjadi model bagi daerah lain yang mengalami bencana serupa?

(Orbit dari berbagai sumber, 17 Januari 2026)