Transformasi Budaya Kerja: Dari Burnout Menuju Kebahagiaan
ORBITINDONESIA.COM – Burnout telah menjadi fenomena umum di kalangan pekerja modern, memengaruhi kesehatan mental dan produktivitas. Namun, perubahan budaya kerja menuju keseimbangan ternyata dapat membawa kebahagiaan yang lebih besar.
Dalam beberapa dekade terakhir, tekanan kerja yang intens dan jam kerja yang panjang telah menyebabkan burnout di berbagai sektor. Banyak pekerja merasa terjebak dalam siklus pekerjaan yang tak ada habisnya, kehilangan makna dan kepuasan.
Tren global menunjukkan peningkatan kesadaran akan pentingnya keseimbangan kerja-hidup. Data dari Gallup menyebutkan bahwa perusahaan dengan kebijakan fleksibel mengalami peningkatan produktivitas hingga 21%. Implementasi program kesejahteraan mental juga meningkat di berbagai perusahaan.
Perubahan ini menandakan pergeseran paradigma dari sekadar mengejar produktivitas menuju pemahaman bahwa karyawan yang bahagia lebih berkontribusi ke organisasi. Opini para ahli menekankan pentingnya pendekatan holistik yang mengutamakan kesejahteraan pekerja.
Transformasi budaya kerja ini mengajarkan bahwa kebahagiaan dan produktivitas dapat berjalan seiring. Mungkin saatnya kita bertanya, bagaimana kita dapat mendesain ulang lingkungan kerja untuk mendukung kesejahteraan secara berkelanjutan?
(Orbit dari berbagai sumber, 10 Januari 2026)