Lazy Girl Job: Tren Baru Menolak Hustle Culture

ORBITINDONESIA.COM – Perubahan paradigma kerja kini menciptakan tren 'Lazy Girl Job' yang menantang budaya kerja keras ekstrem.

Banyak anak muda kini menolak standar pekerjaan ideal tradisional yang menekankan jabatan tinggi dan gaji besar. Mereka lebih mengutamakan keseimbangan hidup dan fleksibilitas.

Tren 'Lazy Girl Job' kian populer di media sosial seperti TikTok dan Instagram. Istilah ini diciptakan Gabrielle Judge sebagai respons terhadap tekanan 'Girl Boss'. Pekerjaan ini umumnya bersifat white-collar dan dapat dilakukan secara remote, seperti data entry dan copywriting.

'Lazy Girl Job' mengedepankan kesejahteraan mental dan fisik dibandingkan pengorbanan untuk karier. Tren ini menolak ekspektasi lembur dan kerja akhir pekan, menekankan pentingnya kenyamanan dan kesehatan.

Tren ini mengingatkan kita untuk menyeimbangkan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Apakah ini akan menjadi standar kerja masa depan atau hanya tren sementara? Waktu yang akan menjawab.

(Orbit dari berbagai sumber, 10 Januari 2026)