IHSG Terkapar: Tekanan Jual Dominasi, Sektor Energi dan Pertambangan Terpuruk

ORBITINDONESIA.COM – IHSG melemah 0.22% ke 8,925.47, sektor energi dan pertambangan terpukul keras.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada Kamis, 8 Januari 2026, dengan tekanan besar dari sektor energi dan pertambangan. Penurunan ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap volatilitas pasar global.

Sepanjang sesi, IHSG dibuka di 8,946.70 dan sempat mencapai level tertinggi 9,002.92 sebelum anjlok. Volume perdagangan tetap tinggi dengan 551.45 juta lot senilai Rp29.06 triliun. Saham lapis dua dan tiga menyumbang besar dalam koreksi ini, dengan banyak yang turun lebih dari 5%.

Investor tampak bersikap hati-hati, mengantisipasi faktor eksternal seperti fluktuasi harga komoditas dan arus dana asing. Aksi jual terlihat lebih agresif di sektor yang biasanya sensitif terhadap perubahan global, seperti energi dan teknologi.

Dengan IHSG yang gagal bertahan di atas level psikologis 9,000, tantangan besar menanti pelaku pasar. Apakah ini tanda-tanda lebih banyak ketidakpastian di depan? Investor harus cermat membaca tanda-tanda ini dalam menentukan langkah selanjutnya.

(Orbit dari berbagai sumber, 9 Januari 2026)