Serangan AS ke Venezuela: Dampak Ekonomi dan Politik Global
ORBITINDONESIA.COM – Amerika Serikat melancarkan serangan militer ke Venezuela, menahan Presiden Nicolas Maduro, menambah ketidakpastian politik dan ekonomi negara itu.
Ketidakstabilan politik dan ekonomi Venezuela mencapai puncak baru setelah serangan AS. Negara ini telah lama bergulat dengan krisis ekonomi yang parah. Potensinya sebagai salah satu penghasil minyak terbesar dunia tak sebanding dengan kondisi ekonominya yang terpuruk. Hipernflasi, pengangguran, dan tingkat suku bunga tinggi menjadi momok dalam beberapa tahun terakhir.
Selama tiga dekade, ekonomi Venezuela mengalami volatilitas ekstrem. Meski sempat tumbuh, krisis berkepanjangan meruntuhkan PDB. Pemulihan mulai terlihat pada 2021 dengan pertumbuhan sektor minyak. Namun, inflasi tetap tinggi, diperkirakan mencapai 270% pada 2025. Suku bunga acuan yang tinggi mencerminkan kebijakan moneter yang terbatas dalam menghadapi tekanan ekonomi.
Serangan AS memicu tanya tentang masa depan ekonomi Venezuela. Apakah intervensi ini akan memperburuk atau justru membuka jalan bagi pemulihan? Ketergantungan pada sektor minyak dan krisis politik internal memerlukan solusi yang lebih komprehensif. Kestabilan politik adalah kunci, namun bagaimana mencapainya di tengah tekanan eksternal?
Venezuela berada pada titik kritis. Kedalaman krisis ekonomi dan tekanan politik membutuhkan pendekatan baru yang melibatkan peran internasional. Pertanyaan besarnya adalah: dapatkah Venezuela bangkit dari keterpurukan ini? Waktu akan menunjukkan, dan dunia menanti dengan penuh harap dan waspada.