Ketegangan di Kampus: Kebijakan Jam Kerja di IISc Bengaluru
ORBITINDONESIA.COM – Di jantung Bengaluru, pecah protes di Indian Institute of Science terkait kebijakan jam kerja baru. Mahasiswa menyebutnya menekan dan merusak kesehatan mental.
Kebijakan baru di IISc memicu kontroversi. Departemen Teknik Sistem Elektronik menetapkan jam hadir minimum. Mahasiswa dan staf harus mencatat kehadiran ketat, memicu perdebatan soal kebebasan akademik.
Tren kerja berlebihan merambah pendidikan tinggi India. Narayana Murthy dan tokoh bisnis lain mendukung jam kerja panjang. Ini berisiko mengurangi kreativitas. Akademia kini terjebak dalam budaya kerja korporat.
Apakah produktivitas diukur dari waktu atau hasil? Kebijakan ini menantang esensi riset yang bebas dan inovatif. Tekanan mencatat kehadiran bisa mengerdilkan rasa ingin tahu mahasiswa.
Perubahan di IISc mencerminkan dilema generasi muda India. Menyelaraskan produktivitas dan kesejahteraan mental adalah kunci. Pertanyaan penting: Bagaimana menjaga kebebasan berpikir di tengah tuntutan produktivitas?