Ki Anom Suroto: Legenda Dalang yang Tak Tergantikan

ORBITINDONESIA.COM – Kepergian Ki Anom Suroto, dalang legendaris Indonesia, meninggalkan duka mendalam bagi dunia pedalangan. Sosok yang dikenal sebagai 'mastermind lima benua' ini berpulang pada usia 75 tahun, meninggalkan jejak yang sulit untuk dilupakan.

Ki Anom Suroto, lahir di Klaten pada 11 Agustus 1948, telah berkecimpung di dunia pedalangan sejak usia 12 tahun. Beliau dibimbing langsung oleh ayahnya, Ki Sadiyan Harjadarsana, dan maestro Ki Narto Sabdo. Dalam lebih dari lima dekade kariernya, ia memadukan tradisi dan inovasi, membawa wayang kulit ke panggung dunia.

Keterlibatan Ki Anom dalam organisasi PEPADI sebagai Ketua III periode 1996-2001 menandakan dedikasinya dalam melestarikan seni wayang. Kehadirannya di panggung internasional tak hanya memperkenalkan wayang Indonesia, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia di peta budaya dunia. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan pentingnya generasi muda meneladani semangat dan dedikasi Ki Anom agar warisan budaya tidak tergerus zaman.

Kepergian Ki Anom Suroto seakan menantang kita untuk merenungkan masa depan pedalangan Indonesia. Di tengah modernisasi yang pesat, bagaimana kita memastikan bahwa seni tradisional ini tetap relevan? Ki Anom telah menyalakan obor tradisi; kini giliran kita untuk menjaganya agar tidak padam.

Ki Anom Suroto telah memberikan warisan yang kaya kepada bangsa ini. Dengan tekad putranya, Ki Bayu Aji, untuk meneruskan jejak ayahnya, ada harapan bahwa seni pedalangan akan terus bersemi. Namun, pertanyaan yang tersisa: apakah kita siap mengambil peran aktif dalam menjaga dan memajukan seni ini? (Orbit dari berbagai sumber, 31 Oktober 2025)