AI Startup dan 996: Apakah Ini Masa Depan Kerja?

ORBITINDONESIA.COM – Kerja keras selama 72 jam seminggu kini menjadi norma di startup AI di San Francisco, menantang batas antara dedikasi dan burnout.

Budaya kerja 996 yang populer di China kini merambah ke startup AI di San Francisco. Ini menimbulkan pertanyaan tentang keseimbangan kerja dan kehidupan. Fenomena ini muncul di tengah persaingan ketat dan ambisi besar untuk membangun masa depan teknologi.

AI startup di Silicon Valley semakin mengadopsi budaya kerja 996. CEO Cognition, Scott Wu, menyatakan bahwa membangun masa depan perangkat lunak adalah misi yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan pribadi. Namun, pakar menyebut ini dapat menyebabkan kelelahan dan keterbatasan dalam rekrutmen talenta.

Sebagian besar pendiri startup AI yang mendukung 996 adalah generasi muda. Mereka mungkin belum menyadari bahwa produktivitas tidak selalu berbanding lurus dengan jam kerja. Pengalaman menunjukkan bahwa jam kerja yang lebih sedikit dapat menghasilkan hasil yang lebih berkualitas.

Budaya kerja 996 di startup AI menantang pandangan tradisional tentang produktivitas. Apakah ini hanya tren sementara atau bagian dari evolusi kerja masa depan? Penting bagi kita untuk mempertimbangkan keseimbangan antara dedikasi dan kesehatan mental dalam mengejar inovasi.

(Orbit dari berbagai sumber, 23 Oktober 2025)