996: Budaya Kerja Ekstrem di China dan Dampaknya di Barat

ORBITINDONESIA.COM – Bekerja dari jam 9 pagi hingga 9 malam selama enam hari seminggu, budaya kerja '996' asal China kini mengancam keseimbangan kerja-hidup di Barat.

Budaya kerja '996' yang berasal dari sektor teknologi di China kini merambah ke negara Barat, terutama di Silicon Valley. Jadwal ini dianggap melanggar hukum ketenagakerjaan China yang membatasi kerja mingguan menjadi 44 jam.

Di AS, praktik ini legal selama pekerja dibayar lembur. Banyak perusahaan rintisan di sektor AI mengadopsi model ini, menawarkan insentif finansial bagi yang bersedia bekerja 70 jam atau lebih per minggu.

Beberapa pendiri startup Inggris mengisyaratkan bahwa jam kerja panjang diperlukan untuk bersaing global. Namun, ini bertentangan dengan tren kerja fleksibel dan risiko burnout yang merugikan ekonomi sebesar £57,4 miliar per tahun.

Budaya kerja 996 bisa menjadi langkah mundur bagi keseimbangan kerja-hidup. Mengetahui risiko dan hak pekerja adalah kunci untuk melawan ekspektasi eksploitasi ini.