Peran Keamanan Psikologis dalam Budaya Kerja yang Sehat
ORBITINDONESIA.COM – Keamanan psikologis di tempat kerja menentukan apakah karyawan merasa berdaya untuk bersuara, menurut Jenny Segal.
Budaya kerja yang buruk sering kali disebabkan oleh kurangnya keamanan psikologis. Karyawan yang tidak merasa aman untuk berbicara dapat mengakibatkan hilangnya umpan balik penting. Hal ini dapat mengancam kelangsungan bisnis tanpa disadari oleh pemiliknya.
Jenny Segal, penulis 'On Motivation: Personal & Professional Resilience', menekankan pentingnya umpan balik yang hilang jika karyawan memilih untuk diam. Penelitian antropologisnya melibatkan wawancara dengan 45 orang tentang ketahanan mereka di tempat kerja dan kehidupan pribadi. Temuannya menunjukkan bahwa lapisan manajemen menengah sering kali menghalangi pengambilan keputusan dengan menyembunyikan masalah sebenarnya.
Segal terkejut dengan hasil penelitiannya yang menunjukkan bahwa ketahanan tenaga kerja sangat dipengaruhi oleh budaya yang mendukung komunikasi terbuka. Membangun tenaga kerja yang tahan banting penting untuk kesehatan bisnis. Ketika karyawan merasa didengar, mereka lebih mungkin untuk berkomitmen dan berkontribusi secara positif.
Budaya kerja yang sehat memerlukan keamanan psikologis yang memungkinkan karyawan berbicara tanpa takut. Bisnis yang mengabaikan hal ini mungkin berisiko hancur dari dalam. Apakah kita sudah cukup mendengarkan suara-suara di tempat kerja kita?
(Orbit dari berbagai sumber, 6 Oktober 2025)