Perlombaan AI dan Budaya Kerja Ekstrem di Silicon Valley

ORBITINDONESIA.COM – Di tengah persaingan global akan kecerdasan buatan, budaya kerja ekstrem kembali mencuat di Silicon Valley, menggeser keseimbangan kerja dan kehidupan.

Selama bertahun-tahun, Silicon Valley dikenal dengan fasilitas mewah dan jadwal kerja fleksibel. Namun, dengan meningkatnya persaingan di sektor AI, budaya kerja keras seperti '996' dan bahkan '007' mulai diadopsi, meninggalkan keseimbangan kerja-hidup di belakang.

Meningkatnya tekanan untuk bekerja lebih lama di Silicon Valley tidak hanya didorong oleh pilihan individu, tetapi juga oleh kekuatan struktural. Persaingan untuk mendapatkan talenta dan kecepatan dalam pengembangan AI menambah intensitas kerja. Geopolitik memainkan peran besar, terutama dengan Cina, membuat tekanan untuk mengadopsi '996' menjadi lebih kuat.

Meskipun budaya '996' dilarang di Cina, Silicon Valley justru merangkulnya kembali. Sejarah menunjukkan bahwa inovasi sering kali datang dengan biaya yang besar. Namun, apakah mengejar kecepatan dan produktivitas layak mengorbankan kesehatan dan kesejahteraan tenaga kerja?

Silicon Valley menghadapi dilema antara inovasi dan kesejahteraan pekerja. Di saat yang sama, Korea Selatan justru menurunkan jam kerja, mengundang pertanyaan: Apakah efisiensi dan kesejahteraan bisa berjalan beriringan di era teknologi tinggi ini?

(Orbit dari berbagai sumber, 6 Oktober 2025)