Overwork: Jalan Menuju Kemandekan, Bukan Keunggulan
ORBITINDONESIA.COM – Model kerja 996 di China menjadi peringatan keras bagi Amerika Serikat. Bukanlah keunggulan yang ditemukan, melainkan kemunduran yang tersamarkan.
Fenomena kerja 996, yang mengharuskan bekerja 72 jam seminggu, digemari oleh beberapa perusahaan besar di China. Mereka memandangnya sebagai cara untuk mencapai efisiensi dan dominasi pasar. Namun, kenyataan menunjukkan sebaliknya: overwork menyebabkan kelelahan, kesalahan, dan perputaran karyawan yang tinggi. Ini memicu perdebatan tentang efektivitas budaya kerja ekstrem tersebut.
Melihat data dan tren, waktu kerja lebih panjang tidak berarti produktivitas lebih tinggi. Penelitian menunjukkan bahwa jam kerja berlebihan secara fisik dan mental menguras karyawan. Contoh nyata adalah langkah mundur yang diambil oleh raksasa teknologi China yang kini mengurangi jam kerja untuk mempertahankan produktivitas dan memelihara budaya kerja yang sehat.
Menerapkan budaya kerja ala 996 di Amerika Serikat berpotensi menjadi bumerang. Budaya overwork dapat menurunkan motivasi karyawan, merusak reputasi perusahaan, dan meningkatkan biaya rekrutmen. Dengan mobilitas tenaga kerja yang tinggi, perusahaan berisiko kehilangan talenta terbaiknya jika menerapkan strategi yang salah ini.
Masyarakat kerja global harus belajar dari kesalahan ini. Keunggulan kompetitif tidak datang dari jam kerja panjang, tetapi dari lingkungan kerja yang mendukung inovasi dan kesejahteraan karyawan. Pertanyaan yang harus dijawab adalah: bagaimana kita bisa membangun budaya kerja yang berkelanjutan dan produktif?
(Orbit dari berbagai sumber, 25 September 2025)