Amazon dan Budaya Kerja: Reformasi Andy Jassy Menuju Inovasi

ORBITINDONESIA.COM – Amazon CEO Andy Jassy menegaskan pentingnya menghapus birokrasi untuk memacu inovasi di perusahaan raksasa e-commerce ini.

Birokrasi menjadi momok bagi organisasi startup dan perusahaan besar. CEO Amazon, Andy Jassy, menyoroti masalah ini dalam konferensi tahunan penjual pihak ketiga di Seattle. Jassy menekankan perlunya mengurangi birokrasi untuk mempertahankan semangat inovasi dan efisiensi.

Sejak mengambil alih kepemimpinan, Jassy telah melakukan berbagai perubahan signifikan. Kebijakan kerja dari kantor selama lima hari seminggu dan pengenalan email 'no bureaucracy' adalah langkah nyata untuk mengubah budaya kerja. Dengan 1,500 email yang diterima dan 455 proses yang diubah, Jassy menunjukkan komitmennya dalam merombak struktur organisasi. Pemotongan 27,000 karyawan sejak 2022 juga mencerminkan perubahan besar yang dipicu oleh perkembangan teknologi AI.

Langkah Jassy menghapus birokrasi dan mengoptimalkan sumber daya manusia menunjukkan pendekatan strategis yang berani. Namun, fokus pada AI dan pemangkasan tenaga kerja menimbulkan kekhawatiran tentang dampak sosial. Meskipun peningkatan efisiensi dan inovasi adalah tujuan utama, bagaimana dengan kesejahteraan karyawan yang terdampak? Kebijakan ini membutuhkan keseimbangan antara keuntungan perusahaan dan tanggung jawab sosial.

Transformasi budaya kerja di Amazon di bawah Andy Jassy adalah gambaran perubahan yang lebih luas di era digital ini. Namun, pertanyaan tetap ada: dapatkah perusahaan besar seperti Amazon benar-benar mempertahankan jiwa inovasi seperti startup? Dalam mengejar efisiensi, penting untuk tidak melupakan nilai-nilai kemanusiaan dan kesejahteraan karyawan.

(Orbit dari berbagai sumber, 23 September 2025)