Cerity, SEIA, dan Tren Konsolidasi di Industri RIA

ORBITINDONESIA.COM – Dalam dunia keuangan yang dinamis, akuisisi dan konsolidasi menjadi strategi utama untuk bertahan dan berkembang. Cerity Partners dan SEIA baru-baru ini mengumumkan langkah besar dalam ekspansi mereka, mencerminkan tren yang lebih luas dalam industri RIA.

Dalam beberapa tahun terakhir, industri RIA (Registered Investment Advisor) telah melihat gelombang konsolidasi yang signifikan. Dengan semakin ketatnya persaingan dan perubahan lanskap teknologi, perusahaan-perusahaan besar memilih untuk mengakuisisi firma-firma kecil demi memperkuat posisi mereka. Kasus Cerity yang mengakuisisi Graypoint dan SEIA yang membeli Select Money Management adalah contoh nyata dari strategi ini.

Data menunjukkan bahwa aset di bawah pengelolaan (AUM) terus meningkat dengan akuisisi ini. Cerity misalnya, memperbesar AUM mereka menjadi $137.5 miliar setelah akuisisi Graypoint. Di sisi lain, SEIA menambah $1.6 miliar dalam AUM dengan membeli Select Money Management. Tren ini tidak hanya tentang pertumbuhan angka, tetapi juga tentang memperkuat jaringan distribusi dan layanan yang lebih holistik bagi klien.

Langkah ini mencerminkan visi strategis dari para pelaku industri untuk memperkuat daya saing mereka. Konsolidasi dalam industri RIA menjadi solusi untuk menghadapi tantangan seperti kebutuhan teknologi canggih dan perubahan demografi klien. Mark Casady dari FMG, misalnya, menekankan pentingnya inovasi teknologi dalam mendukung pertumbuhan di sektor ini. Ini adalah pertanda bahwa industri keuangan tidak hanya melihat ke belakang, tetapi juga bergerak maju dengan adaptasi dan inovasi.

Dengan semakin banyaknya akuisisi dan konsolidasi, pertanyaannya adalah bagaimana firma-firma kecil dapat bertahan dalam persaingan ini? Apakah mereka harus bergabung dengan yang lebih besar, atau ada jalan lain untuk tetap relevan? Ini adalah refleksi bagi banyak pelaku industri untuk menimbang strategi terbaik dalam menghadapi masa depan. (Orbit dari berbagai sumber, 23 September 2025)