Lonjakan Klaim Pengangguran: Sinyal Kelam Pasar Kerja AS

Lonjakan Klaim Pengangguran: Sinyal Kelam Pasar Kerja AS

Lonjakan Klaim Pengangguran: Sinyal Kelam Pasar Kerja AS

Internasional

ORBITINDONESIA.COM – Pekan lalu, klaim pengangguran di AS mencapai level tertinggi dalam hampir empat tahun, mengindikasikan tantangan serius bagi pasar tenaga kerja di negeri Paman Sam.

Kenaikan ini membuat banyak pihak meyakini bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga acuannya pekan depan. Lonjakan klaim pengangguran ini terjadi saat ekonomi AS menghadapi tekanan dari tarif perdagangan dan ketidakpastian kebijakan ekonomi.

Menurut Departemen Tenaga Kerja AS, jumlah warga yang mengajukan tunjangan pengangguran meningkat sebesar 27.000 menjadi 263.000 pada pekan yang berakhir 6 September. Angka ini jauh di atas perkiraan ekonom sebesar 231.000 dan merupakan peningkatan terbesar dari minggu ke minggu dalam hampir setahun. Revisi besar-besaran dari Biro Statistik Tenaga Kerja mengungkapkan bahwa penciptaan lapangan kerja AS jauh lebih lemah dari yang dilaporkan sebelumnya, terutama di sektor jasa dan ritel.

Ekonom memperingatkan bahwa pemangkasan suku bunga oleh Fed dapat memacu pertumbuhan ekonomi tetapi juga berisiko meningkatkan inflasi lebih jauh dari target 2% mereka. Jeffrey Roach dari LPL Financial mencatat bahwa inflasi yang tinggi tidak mungkin mengubah rencana Fed untuk memangkas suku bunga, tetapi mungkin mempertimbangkan untuk menahan diri jika ekspektasi inflasi tidak terkendali.

Dengan ketidakpastian ekonomi yang terus meningkat, keputusan kebijakan ekonomi yang tepat dan hati-hati sangat diperlukan. Pertanyaannya adalah, bagaimana pemerintah dan institusi keuangan akan menavigasi tantangan ini untuk menghindari dampak jangka panjang pada pasar tenaga kerja dan ekonomi secara keseluruhan?

(Orbit dari berbagai sumber, 12 September 2025)