Starbucks: Perjuangan Finansial dan Upaya Kebangkitan di Bawah Kepemimpinan Baru
ORBITINDONESIA.COM – Starbucks belum sepenuhnya keluar dari masalah finansial meski ada kemajuan. Sahamnya anjlok 9% dalam setahun kepemimpinan Niccol.
Niccol mengambil alih posisi CEO di Starbucks dengan harapan besar dari Wall Street. Namun, antusiasme pasar tidak bertahan lama. Saham Starbucks mengalami penurunan dibandingkan dengan kenaikan S&P 500. Investor menunggu bukti jelas dari upaya perbaikan yang dilakukan perusahaan. Meski ada beberapa pencapaian signifikan, seperti peningkatan penjualan dari menu Pumpkin Spice, tantangan masih membayangi.
Starbucks berusaha menghidupkan kembali suasana kafe yang nyaman dan memperbaiki sistem pemesanan. Langkah-langkah yang diambil termasuk mengurangi waktu tunggu dan memperkenalkan algoritma baru untuk pesanan online. Data dari Placer.ai menunjukkan peningkatan kunjungan ke gerai Starbucks, menandakan kampanye 'Back to Starbucks' mulai membuahkan hasil. Namun, masalah internal seperti kekurangan staf dan protes terkait kebijakan perusahaan masih menjadi batu sandungan.
Niccol menghadapi tantangan besar dalam mengubah citra dan operasional Starbucks. Keputusan untuk menyederhanakan menu dan memperkenalkan inovasi baru menunjukkan keseriusannya. Namun, dukungan dari karyawan dan budaya perusahaan yang kuat sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan jangka panjang. Para analis memberikan nilai 'B' untuk tahun pertama kepemimpinannya, menandakan bahwa perbaikan sedang berjalan meski belum mencapai potensi penuh.
Starbucks masih berada di tengah perjalanan pemulihan di bawah kepemimpinan Niccol. Meskipun banyak perubahan positif telah dilakukan, tantangan yang dihadapi tidak bisa diabaikan. Apakah Starbucks akan berhasil mengatasi hambatan ini dan kembali menjadi raksasa kopi dunia? Hanya waktu yang akan menjawab.
(Orbit dari berbagai sumber, 10 September 2025)