Kesenjangan Budaya Kerja AS: Tantangan dan Peluang

ORBITINDONESIA.COM – Budaya kerja Amerika Serikat sering kali digambarkan sebagai keras dan menantang. Seorang pekerja yang pernah bekerja di Jerman mengungkapkan betapa syoknya dia saat kembali ke budaya kerja AS yang penuh tekanan.

Budaya kerja di Amerika Serikat sering kali menuntut jam kerja panjang dengan waktu libur yang minim. Dibandingkan dengan negara maju lainnya, pekerja AS mengalami tekanan yang lebih besar tanpa jaminan cuti berbayar yang memadai.

Di Jerman, pekerja mendapatkan setidaknya 20 hari cuti berbayar, sedangkan di AS tidak ada jaminan serupa secara federal. Situasi ini diperparah dengan kurangnya jaminan cuti sakit berbayar dan biaya kesehatan yang tinggi, di mana biaya layanan rumah sakit di AS 85% lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara OECD lainnya.

Banyak pekerja AS merasa terjebak dalam situasi ini. Mereka sering kali merasa bersalah atau takut kehilangan pekerjaan jika mengambil cuti. Padahal, sistem seperti di Jerman menunjukkan bahwa perlindungan pekerja dapat berjalan efektif tanpa mengorbankan produktivitas.

Budaya kerja di AS memerlukan reformasi agar memberikan kesejahteraan yang lebih baik bagi pekerjanya. Jika negara lain bisa melakukannya, AS pun seharusnya bisa. Tantangannya adalah bagaimana memulai perubahan agar tidak lagi menjadikan penderitaan sebagai norma.

(Orbit dari berbagai sumber, 30 Agustus 2025)