Gen Z Mengubah Tempat Kerja: Tantangan dan Peluang Baru

ORBITINDONESIA.COM – Generasi Z menantang model kerja tradisional dengan menuntut fleksibilitas dan keseimbangan kerja-hidup, memicu revolusi dalam budaya korporat saat ini.

Generasi Z, lahir antara 1997 dan 2012, kini menguasai hampir 30% tenaga kerja OECD. Mereka menuntut perubahan dalam cara kerja yang menekankan hasil daripada jam kerja. Dengan fokus pada kesejahteraan mental dan fleksibilitas, mereka menekan perusahaan untuk beradaptasi dengan cepat.

Perusahaan seperti Spotify dan Deloitte telah menyesuaikan diri dengan memberikan promosi cepat dan umpan balik real-time. Ini meningkatkan keterlibatan Gen Z secara signifikan. Mental health juga menjadi prioritas utama, dengan 60% Gen Z menganggapnya sebagai perhatian utama di tempat kerja, memaksa perusahaan untuk menyediakan dukungan yang memadai.

Perubahan ini menuntut perusahaan untuk mengubah strategi mereka secara drastis. Dalam jangka panjang, perusahaan yang menolak perubahan ini bisa menghadapi krisis atrisi. Namun, mereka yang beradaptasi akan menuai manfaat dari inovasi dan nilai pemegang saham yang lebih tinggi.

Generasi Z bukan hanya mengubah tempat kerja; mereka mendefinisikan ulang standar kesuksesan. Perusahaan yang beradaptasi dengan nilai-nilai ini akan menemukan diri mereka di garis depan inovasi. Pertanyaannya adalah, apakah perusahaan Anda siap untuk masa depan yang ditentukan oleh generasi ini?

(Orbit dari berbagai sumber, 30 Agustus 2025)