Pergeseran Paradigma: Transformasi Industri Media di Era Digital
ORBITINDONESIA.COM – Di tengah arus digitalisasi yang kian deras, industri media menghadapi tantangan dan peluang yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Seiring dengan perkembangan teknologi, media tradisional seperti surat kabar dan televisi menghadapi penurunan pembaca dan penonton. Munculnya platform digital mengubah cara konsumsi informasi publik dan memaksa industri media untuk beradaptasi dengan cepat.
Sebuah laporan dari Pew Research Center menunjukkan bahwa lebih dari 60% orang dewasa kini mengandalkan media sosial sebagai sumber berita utama mereka. Tren ini menunjukkan pergeseran besar dalam preferensi konsumen, yang menuntut informasi cepat dan mudah diakses. Adaptasi terhadap teknologi baru, seperti AI dan big data, menjadi kunci bagi media untuk bertahan dan berkembang.
Para pakar berpendapat bahwa meskipun digitalisasi membuka banyak peluang, ia juga menimbulkan tantangan etis dan keberlanjutan finansial. Media harus menemukan keseimbangan antara kecepatan berita dan akurasi, serta menghadapi ancaman misinformasi yang semakin merajalela.
Industri media berada di persimpangan jalan; pilihan antara berinovasi atau tertinggal menjadi sangat nyata. Pertanyaan yang tersisa adalah, bagaimana media dapat mempertahankan kredibilitas sambil tetap relevan di tengah perubahan yang begitu cepat?
(Orbit dari berbagai sumber, 27 Agustus 2025)