Masa Depan Kerja: Menggali Potensi Gig Economy di Indonesia

ORBITINDONESIA.COM – Dengan meningkatnya perubahan pekerjaan akibat pandemi Covid-19, mindset kewirausahaan, dan kemudahan bekerja dari mana saja, masa depan tempat kerja korporat adalah tentang memanfaatkan tenaga kerja gig.

IndusGuru, platform online profesional freelance, melakukan survei terhadap lebih dari 50 perusahaan dari berbagai sektor di India. Survei ini fokus pada praktik perekrutan tenaga kerja masa depan dan tren keterlibatan tenaga kerja gig. Temuan ini menunjukkan bahwa dalam 2-5 tahun ke depan, tren profesional gig di India akan meningkat hingga 50%.

Saat ini, sekitar 65% perusahaan telah melibatkan profesional gig, terutama di sektor FMCG, farmasi, BFSI, jasa, manufaktur, teknologi, dan BPO. Kebutuhan untuk tenaga kerja gig diproyeksikan tumbuh pada CAGR 17% dalam 2-5 tahun. Namun, proses perekrutan gig masih informal dengan 'word-of-mouth' dan platform freelancer yang berkembang sebagai sumber utama.

Kualitas dan rekam jejak profesional gig sangat dihargai perusahaan, dengan 36% responden menilai kualitas konsultan sebagai parameter terpenting. Deepak Malkani dari IndusGuru menyoroti perlunya perubahan mendasar untuk adopsi tenaga kerja gig yang berkelanjutan, termasuk pendekatan HR yang lebih formal dalam pengelolaan dan pembayaran kontrak.

Dengan meningkatnya adopsi tenaga kerja gig, perusahaan perlu menyiapkan struktur yang lebih formal dan mendukung. Ini termasuk pelatihan, asuransi, dan keamanan IT. Apakah kita siap untuk perubahan besar ini? Pertanyaan ini tetap menjadi refleksi kritis bagi dunia korporat kita.

(Orbit dari berbagai sumber, 22 Agustus 2025)