Krisis Pilihan Kelas Menengah Bawah di Tengah Gejolak Ekonomi

ORBITINDONESIA.COM – Menjadi tua dengan kenangan kemacetan, ketakutan, dan rutinitas membosankan adalah kenyataan pahit bagi kelas menengah bawah perkotaan. Mereka terjebak dalam siklus kehidupan tanpa pilihan, sebuah refleksi dari karya Seno Gumira Ajidarma.

Kelas menengah bawah di perkotaan menghadapi keterbatasan pilihan hidup. Mereka tidak miskin, namun perlindungan sosial dan ekonomi belum memadai. Dalam konteks ekonomi Indonesia yang tumbuh 5 persen pada 2023, tantangan tetap ada, terutama bagi kelompok ini.

Instrumen perlindungan sosial lebih memfokuskan pada kelompok miskin, meninggalkan kelas menengah bawah tanpa jaring pengaman. Dengan defisit anggaran AS meningkat dan potensi konflik global, ekonomi Indonesia harus bersiap menghadapi gejolak. Kenaikan harga pangan akibat El Nino menjadi ancaman nyata.

Kelas menengah bawah ibarat terlupakan dalam kebijakan ekonomi. Mereka rentan terhadap guncangan ekonomi, meski tidak tergolong miskin. Inspirasi dari Chile menunjukkan bahwa terabaikannya kelas menengah bisa memicu ketidakstabilan sosial.

Dalam menghadapi 2024, kebijakan inklusif untuk kelas menengah bawah sangat mendesak. Perlindungan sosial harus mencakup semua lapisan masyarakat. Apakah kita siap untuk menciptakan masa depan yang lebih adil bagi semua?

(Orbit dari berbagai sumber, 21 Agustus 2025)