DECEMBER 9, 2022
Teknologi

Direktur PLN Suroso Isnandar Raih Gelar Doktor di ITB, Temukan Integrasi Energi Terbarukan

image
Direktur Manajemen Risiko PT PLN (Persero) Suroso Isnandar. ANTARA/HO - dokpri

ORBITINDONESIA.COM - Direktur Manajemen Risiko PT PLN (Persero), Suroso Isnandar meraih gelar doktor di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan predikat cumlaude, seusai berhasil menemukan solusi integrasi energi terbarukan melalui disertasi yang dilakukannya.

Suroso Isnandar meraih gelar doktor dalam Program Studi Teknik Elektro dan Informatika di ITB setelah mempertahankan disertasinya yang berjudul "Pendekatan Multiparadigma Berbasis Fuzzy Cognitive Multi Agent System (FC-MAS) pada Model Bisnis Pasar Kelistrikan Non-Kompetitif dan Regulasi Ketat dengan Integrasi Pembangkit Variable Renewable Energy".

Dalam penelitiannya, Suroso Isnandar dalam keterangan di Jakarta, Rabu, 26 Maret 2025, mengkaji model bisnis pasar kelistrikan di Indonesia yang bersifat non-kompetitif dengan regulasi ketat.

Baca Juga: PLN Indonesia Power Jual Emisi Karbon 273 ton CO2e kepada PT Sucofindo

Ia menyoroti peran PLN sebagai operator sistem tenaga listrik yang harus memastikan keseimbangan daya, keandalan suplai energi, serta stabilitas sistem tenaga listrik dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk kebijakan multisektor dari Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Kementerian BUMN.

Penelitian itu juga membahas integrasi pembangkit Variable Renewable Energy (VRE) ke dalam sistem tenaga listrik nasional sebagai bagian dari transisi menuju sumber energi yang lebih berkelanjutan.

"Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemodelan multiparadigma dengan Multi Agent System (MAS), sebuah metode berbasis agen dengan arsitektur Belief-Desire-Intention (BDI) yang memungkinkan setiap agen merepresentasikan dinamika sistem secara mandiri," ujar Suroso.

Baca Juga: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Tegaskan Diskon 50 Persen Tarif Listrik PT PLN Tidak Diperpanjang

Metode itu memungkinkan simulasi interaksi kompleks antar variabel dalam sistem tenaga listrik yang diatur ketat, serta memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih adaptif dan responsif terhadap perubahan kondisi jaringan.

MAS diterapkan dengan integrasi Fuzzy Cognitive Mapping untuk menangani ketidakpastian dalam pengambilan keputusan terkait integrasi pembangkit VRE.

Sidang doktor yang berlangsung pada Jumat, 14 Maret 2025 tersebut mendapatkan apresiasi tinggi dari tim penguji dan dinyatakan layak dengan predikat cum laude.

Baca Juga: Layanan Listrik Hijau dari PT PLN Dinikmati 7.354 Pelanggan atau Naik 117 Persen di 2024

Dalam sidang doktoralnya, Suroso memaparkan tiga skenario simulasi yang digunakan dalam penelitiannya, yaitu skenario Business as Usual (BIS), skenario penurunan emisi, dan skenario penetrasi VRE.

Halaman:

Berita Terkait