DECEMBER 9, 2022
Puisi

Puisi Ahmad Gusairi: Kopi Hitam

image
Ilustrasi kopi hitam (Foto: Nescafe)

ORBITINDONESIA.COM - Uapnya menari di bibir cangkir
Hangat mengusap pagi yang dingin
Aromanya melukis ingatan terakhir
Pahitnya manis di ujung angin

Sejumput asap melayang perlahan
Menggoda langit dengan bisik rahasia
Sesapan kecil, embusan ringan
Mengurai gelisah jadi harmoni rasa

Cemilan renyah mengisi jeda
Di sela tawa dan obrolan santai
Kata-kata mengalir bagai sungai
Kadang menggurui, kadang bercanda

Baca Juga: Puisi Esai Syaefudin Simon: Ion-Ion Semesta

Lembaran buku tersibak pelan
Huruf-huruf menari dalam benak
Tinta berbisik di ujung pena
Merangkai naskah dari secangkir gelap

Sendiri pun nikmat dalam sunyi
Merenung di antara asap yang menari
Kopi dan sepi bagai dua sisi
Pahit di bibir, manis di hati

Toboali, 21 Februari 2025

Baca Juga: Pencarian Identitas, dan Burung Gagak Ingin Menjadi Merak: Pengantar dari Denny JA Untuk Buku Puisi Esai Mahwi Air Tawar

*Ahmad Gusairi adalah tenaga pendidik di SMAN 1 Toboali Bangka Selatan.***

Berita Terkait