Kenapa Barat Sebarkan Propaganda Anti China
- Penulis : Dimas Anugerah Wicaksono
- Selasa, 13 September 2022 08:30 WIB

Hebatnya presiden Jokowi dalam menjalankan roda pemerintahan banyak diwarnai dengan terobosan dan manuver politik dan ekonomi di tingkat domistik dalam negeri maupun global.
Ini telah membuat kelompok pengkhianat dan perusak cita_luhur bangsa hanya bisa plonga-plongo, shock dan akhirnya mencak-mencak dendam kesumat tanpa arah dan tujuan.
Amerika Serikat dan Uni Eropa yang sejak rezim orde baru Soeharto hingga SBY berkuasa dengan mudahnya merampok sumber daya alam Indonesia kini dibuat mati kutu oleh pemerintah presiden Jokowi, kehilangan akal lakukan gertak sambal gugat ke WTO.
Baca Juga: NCT 127 Gelar Konser di Jakarta 5 November 2022, Simak Harga Tiket yang Tersedia di Sini
Dalam jangka waktu cukup singkat hubungan kerjasama yang efektif dan efisien di bidang bisnis dan investasi dengan banyak negara khususnya China telah berdampak luar biasa.
Yaitu pertumbuhan ekonomi Indonesia di tingkat negara G_20 terbukti relatif terbaik ke dua setelah China, dan penguatan struktur dan fondamental perekonomian Indonesia.
Di bawah kepemimpinan presiden Jokowi, Indonesia berada di track yang lurus dan benar membangun dan menjalin hubungan kerjasama bilateral dengan RRC "Poros Jakarta_Beijing", maupun kerjasama multilateral dengan negara_negara di kawasan regional Asean dan Asia Pasifik.
Saat yang tepat Indonesia melangkah cepat melepaskan diri dan meninggalkan jeratan cengkeraman gurita imperialis asing kapitalis Amerika Serikat dan Barat yang selama hampir setengah abad menggerogoti perekonomian dan mengeksploitasi sumber daya alam Indonesia, untuk menuju Indonesia maju, berkesejahteraan, berkeadilan, berperadaban, berdikari disegani oleh negara_negara di dunia.
Baca Juga: Bersiap, Polisi Berlakukan Tilang Lewat HP Mulai Pekan Depan, Ini Penjelasannya
Rakyat Indonesia sangatlah cerdas dan rasional sehingga abai terhadap propaganda anti China dan daur ulang isu kebangkitan PKI, karena propaganda tersebut pertanda bahwa AS dan Barat sedang melakukan manuver politik melalui antek, jongos dan bonekanya di Indonesia, untuk membenci, memusuhi, mendegradasi, melakukan perlawanan dan pembangkangan terhadap pemerintah sebagai upaya penggulingan di tengah jalan.