AMD FSR Multi-Frame Generation: Uji Coba Bocor, Fitur Masih Terkunci
ORBITINDONESIA.COM – AMD FSR Multi-Frame Generation (MFG) disebut sudah diuji diam-diam di driver Radeon RX, tetapi sampai kini masih berupa “kerangka” yang belum bisa dipakai gamer. Bocoran ini muncul lewat RadeonTuner, alat pihak ketiga yang mengintip pengaturan driver tanpa AMD Adrenalin, dan memunculkan keyword yang ramai dicari: FSR MFG, frame generation, dan Radeon RX 9000.
Terjemahan akurat artikel sumber: AMD dilaporkan sedang menguji teknologi FSR multi-frame generation (MFG) yang sangat dinanti untuk GPU Radeon RX. Informasi ini berasal dari perangkat lunak pihak ketiga bernama RadeonTuner, yang memungkinkan akses ke pengaturan driver Radeon tanpa aplikasi AMD Software: Adrenalin Edition.
RadeonTuner mengungkap AMD sudah menyisipkan dukungan awal untuk multi-frame generation ke dalam driver Radeon, tetapi fiturnya disembunyikan sampai perangkat lunak itu selesai. Menurut pengembangnya, AMD sering menaruh placeholder fitur jauh sebelum rilis, dan ini mengindikasikan AMD sedang menguji MFG secara luas dengan opsi varian 1x hingga 8x.
Terjemahan akurat artikel sumber: Seorang pengguna mencoba mengaktifkan MFG memakai instalasi driver terbaru dan kartu grafis Radeon RX 9060 XT untuk melihat apakah fitur itu bisa bekerja di game mana pun. Namun, pengguna tersebut menemukan fitur ini saat ini tidak berfungsi, karena AMD belum merilis model yang diperlukan untuk mendukung multi-frame generation pada pengaturan apa pun.
Artinya, yang ada baru placeholder tanpa dukungan driver yang membuatnya operasional. Bahkan saat menguji game yang sering menerima pembaruan FSR seperti Forza Horizon 6, Pragmata, Resident Evil 9, Crimson Desert, dan Death Stranding 2, fitur itu tetap tidak bisa diaktifkan.
Di titik ini, bocoran RadeonTuner lebih mirip sinyal “sedang dibangun” ketimbang janji “segera hadir”. Jika benar tersedia opsi 1x sampai 8x, AMD tampaknya sedang menyiapkan rentang konfigurasi luas, tetapi fondasi model dan pipeline masih kosong.
Yang menarik, daftar game uji yang disebut adalah judul-judul besar yang biasanya menjadi etalase teknologi upscaling dan frame generation. Ketika MFG tak menyala bahkan pada kandidat “ramah FSR”, itu memperkuat kesimpulan bahwa hambatannya bukan kompatibilitas game, melainkan belum adanya komponen inti di sisi AMD.
Terjemahan akurat artikel sumber: AMD juga terlambat dalam MFG, karena NVIDIA sudah merilis DLSS Dynamic MFG hingga kemampuan generasi 6x, dan Intel menawarkan XeSS MFG dengan pengaturan 4x selama beberapa bulan sebagai bagian dari rilis XeSS 3. Dalam kompetisi persepsi publik, angka 6x dan 4x itu menjadi patokan yang membuat “1x–8x” AMD terdengar ambisius sekaligus berisiko jika belum matang.
Terjemahan akurat artikel sumber: Selain itu, GPU AMD saat ini tidak memiliki flip metering berbasis hardware untuk frame pacing, dan mengandalkan pacing berbasis software untuk menjaga konsistensi frame generation. Ini penting, karena MFG bukan sekadar menambah frame, tetapi menjaga ritme agar tidak terasa patah, bergetar, atau memicu latensi yang mengganggu.
Dari kacamata industri, pilihan AMD menahan rilis sampai siap masuk akal, karena kegagalan pacing akan cepat viral dan merusak kepercayaan pada brand FSR. Namun, menunda terlalu lama juga berisiko, karena pasar sudah terbiasa membandingkan pengalaman “klik-aktif” DLSS dan XeSS dengan apa yang bisa dilakukan Radeon hari ini.
Bocoran placeholder di driver memberi kesan AMD sedang mengejar ketertinggalan, tetapi sekaligus mengakui medan tempurnya lebih sulit dari sekadar mengejar angka pengganda frame. Jika benar masalahnya adalah belum adanya model dan dukungan driver, maka AMD sedang membangun ekosistem MFG dari bawah, bukan menempelkan fitur kosmetik.
Terjemahan akurat artikel sumber: Karena itu, masuk akal jika MFG disertakan pada Radeon RX 9000 saat ini dan berpotensi pada IP GPU RDNA 5 / UDNA di masa depan jika mereka menyertakan flip metering berbasis hardware untuk frame pacing. Dengan kata lain, AMD mungkin menunggu fondasi hardware agar MFG tidak hanya “jalan”, tetapi terasa stabil di tangan pemain.
Di sisi lain, publik gamer jarang peduli pada istilah teknis seperti flip metering, mereka peduli pada hasil: FPS naik tanpa rasa aneh dan tanpa input lag yang mengganggu. Jika AMD ingin merebut narasi, mereka perlu menunjukkan demo nyata, daftar game dukungan, dan metrik yang transparan, bukan sekadar opsi 1x–8x yang masih terkunci.
Untuk saat ini, cerita AMD FSR Multi-Frame Generation masih berupa jejak di balik pintu yang belum dibuka, terlihat oleh alat pihak ketiga tetapi belum bisa disentuh pengguna. Ini mengingatkan kita bahwa teknologi grafis modern bukan hanya soal kecepatan, tetapi soal konsistensi pengalaman yang sulit dipalsukan.
Pertanyaannya, kapan AMD berani mengubah placeholder menjadi fitur publik, dan apakah mereka akan menunggu lompatan hardware berikutnya agar frame pacing benar-benar rapi. Jika MFG akhirnya hadir dengan kualitas yang meyakinkan, keterlambatan bisa terbayar, tetapi jika tidak, pasar akan menganggapnya sekadar reaksi terlambat terhadap NVIDIA dan Intel.
(Orbit dari berbagai sumber, 21 Juli 2026)