DECEMBER 9, 2022
Internasional

Mantan Menlu Malaysia, Rais Yatim: ASEAN Perlu Lebih Vokal Dalam Penentuan Nasib Palestina ke Depan

image
Mantan Menteri Luar Negeri Malaysia Dr Rais Yatim menjawab pertanyaan wartawan di sela-sela pelaksanaan Kolokium “Koalisi LSM Malaysia: Bebaskan Palestina” di Auditorium Perdana Leadership Foundation di Putrajaya, Malaysia, Senin, 22 Juli 2024. (ANTARA/Virna P Sryorini)

ORBITINDONESIA.COM - ASEAN sebagai badan regional di Asia Tenggara perlu lebih vokal dan maju dalam menentukan nasib Palestina di tahun-tahun ke depan, kata mantan Menteri Luar Negeri Malaysia Rais Yatim di Putrajaya, Senin, 22 Juli 2024.

"(ASEAN) harus lebih bersuara dan langkah apa yang harus diambil. Sekarang ini tidak ada,” kata Rais Yatim usai memberikan keterangan pers di sela-sela Kolokium “Koalisi LSM Malaysia: Bebaskan Palestina”.

"Jika ada gencatan senjata yang dilakukan oleh Israel, seharusnya itu merupakan hasil desakan dari ASEAN," ujar Rais Yatim. “Itu tidak pernah dilakukan. Tapi saya harap ke depan akan dilakukan”.

Baca Juga: Indonesia Terus Dorong ASEAN Akui Palestina

Selanjutnya, kata Rais Yatim, ASEAN juga perlu mencari jalan bagaimana membantu melakukan rehabilitasi untuk Palestina.

Sekretariat ASEAN di Jakarta, menurut dia, dapat membuat pernyataan setelah mendapatkan pernyataan dari anggota-anggotanya. Atau, menurut dia, dapat pula dibuat sesi khusus membahas dan menyuarakan tentang Palestina.

Tidak masalah jika masing-masing negara anggota memiliki sikap berbeda, kata Rais, tapi isu tersebut harus dikemukakan seperti dalam forum menteri luar negeri atau pemimpin pemerintahan.

Baca Juga: Domingos Savio: Pembangunan Infrastruktur Masih Jadi Kendala Timor Leste di Keanggotaan ASEAN

ASEAN, yang merupakan himpunan negara di Asia Tenggara, beranggotakan Malaysia, Indonesia, Filipina, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Laos, Kamboja, Myanmar, dan Vietnam. ***

Sumber: Antara

Berita Terkait