DECEMBER 9, 2022
Internasional

Dubes Siswo Pramono Dorong Penguatan Kerja Sama Indonesia - Australia Dalam Transisi Hijau dan Mobil Listrik

image
Duta Besar Indonesia untuk Australia Siswo Pramono saat menjadi pembicara kunci dalam “International Symposium on Critical Metals for Battery Production” di Universitas Teknologi Swinburne, Melbourne, Australia, Senin, 15 Juli 2024. ANTARA/HO-KBRI Canberra.

ORBITINDONESIA.COM - Indonesia dan Australia memiliki beragam sumber daya yang berpotensi memperkuat kolaborasi dalam transisi hijau, salah satunya terkait pengembangan mobil listrik, demikian menurut Duta Besar Indonesia untuk Australia Siswo Pramono.

Saat menjadi pembicara kunci dalam “International Symposium on Critical Metals for Battery Production” di Melbourne, Australia, Senin, 15 Juli 2024, Siswo Pramono menegaskan bahwa kedua negara memiliki tenaga ahli yang mumpuni dalam pengembangan transisi energi.

“Sudah saatnya para peneliti Indonesia dan Australia bekerja sama untuk mencari solusi energi hijau yang paling efisien dan dapat diterapkan di kedua negara,” ucap Siswo Pramono dalam simposium yang diselenggarakan di Universitas Teknologi Swinburne, sebagaimana pernyataan yang diterima Selasa malam, 16 Juli 2024.

Baca Juga: Piala AFF U16 2024: Australia Juara

Siswo juga menyoroti SDA kunci dalam produksi baterai yang dimiliki kedua negara, di mana Indonesia memiliki nikel dan Australia memiliki litium.

Sementara itu, Dubes mengatakan bahwa Indonesia dan Australia telah memiliki payung kerja sama dalam transisi energi dan pengembangan kendaraan listrik dalam bentuk nota kesepahaman yang ditandatangani pada 2023.

Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) pun menjadikan transisi energi hijau sebagai salah satu prioritas kerja sama bilateral, ucap dia.

Baca Juga: Universitas Pattimura Ambon dan Australia Kerja Sama Layanan Kesehatan

Oleh karena itu, menurut Siswo, sangat tepat apabila Indonesia dan Australia memperkuat kerja sama pengembangan kendaraan listrik. Apalagi, tingginya tingkat kebutuhan kendaraan listrik di Australia turut memberi potensi ekspor bagi Indonesia yang kini mampu memproduksi mobil dan motor listrik sendiri.

Salah satu pembicara dalam simposium tersebut adalah Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Profesor Ratno Nuryadi. Dalam kesempatan itu, Ratno menyampaikan sejumlah penelitian BRIN dalam pengembangan baterai dan daur ulangnya.

Sementara itu, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Canberra Mukhamad Najib menjelaskan bahwa kehadiran Siswo dalam simposium adalah dalam rangka program “Ambassador goes to campus” KBRI Canberra.

Baca Juga: Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Bambang Trisnohadi Terima Kunjungan Kehormatan Angkatan Darat Australia

Ia berharap, simposium tersebut dapat mendorong kerja sama antara peneliti dan institusi Indonesia maupun Australia dalam bidang transisi energi dan pengembangan kendaraan listrik.***
 

Sumber: Antara

Berita Terkait